Aira maafkan aku

Aira, maafkan aku. Maafkan aku yang selalu mengharapkanmu, maafkan aku yang punya perasaan ini. Tapi aku tak bisa membohongi diriku kalau rasa ini ada. Aku setiap saat selalu memohon kepada-Nya agar bisa rasa ini benar-benar pada tempatnya. Bukan hanya impian dan tipu daya setan.

Aira, maafkan aku yang selalu bicara kepadamu, padahal aku tak tahu bagaimana perasaanmu kepadaku. Maafkan aku Aira, sungguh seandainya ada waktu, ada kondisi yang khusus mungkin semuanya akan berbeda. Demi Dia, aku ingin lebih dekat kepada-Nya. Aku takut justru langkah-langkahku adalah salah. Aku ingin segalanya nanti menjadi suci ketika memang kita benar-benar ditakdirkan untuk bersama.

Aku minta maaf kepadamu Airaku. Hati ini merindukanmu, walaupun terlarang. Diriku menginginkanmu entah kapan bisa. Kuakui, kelemahanku adalah dirimu, kuakui kebutuhanku adalah dirimu. Apabila nanti kita bisa bersanding, akan kuberikan segalanya yang ingin aku berikan kepadamu, hingga sampai kita bersama dalam keabadian. Tahukah kamu Aira, aku akan fokus mengejar Ilmu-Nya. Aku tak ingin mengingatmu untuk beberapa saat. Aku hanya yakin satu hal Aira. Perasaanku kepadamu tak akan berubah. Aku akan tetap memiliki ini sampai kapanpun. Bahkan kalau toh nanti aku dipertemukanmu dalam keadaan sudah tua pun, aku akan tetap memilihmu, bersedia apapun yang ada padamu.

Kau tak akan tahu apa yang ada dalam diriku. Inilah kejujuranku, walau terkadang semuanya seperti sebuah halusinasi dan fatamorgana. Wahai Aira, kutak yakin juga apakah kau akan membaca ini ataukah tidak. Kuhanya berharap, ketika kau membaca ini, kau akan sadar bahwa selama ini kita sangat dekat, walaupun terpisah jarak yang jauh. Tapi kita sangat dekat, dan akulah yang mencintaimu apapun keadaanmu. Terakhir kali aku ingin menuliskan ini untukmu.

Kaulah yang pertama

Kaulah yang mengetuk pintu hatiku

Tak ada yang bisa menampung air mataku

Perpisahan ini akankah bisa membuat kita bersatu

Apabila aku bisa belajar dari kehidupan

Kan kuajarkan kepada siapapun yang tidak segan

Aku serahkan segala keputusan

Hanya kepada Dia yang berhak mengatur awan

Hujan yang membasahi bumi

Tak akan sanggup untuk bisa menghapus jejak-jejak ini

Kan ada sampai kapanpun

Dirimu akan selalu ada di hatiku

Seandainya aku bisa berkehendak mengikatkan tali yang kuat

Maka akan kuikatkan engkau kepadaku

Namun aku tidak bisa melakukannya

Aku tidak bisa menyentuh apa yang sudah dituliskan-Nya

Engkaulah Airaku, Engkaulah yang Tercinta

Aira….

Aira……

Aira……

Jika Dia mengijinkan, maka kita akan bertemu di masa datang

Jika Dia mengijinkan, aku akan datang kepadamu

Selamat Tinggal Aira

Ini adalah tulisan terakhirku dan tidak akan aku menulis lagi, sampai Engkau bersanding denganku. Insya Allah. Apabila Allah berkehendak lain, maka cukuplah ini sampai di sini saja.

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.