Kutuliskan sebuah nama dan semoga engkau yang terpilih
Aku telah mengenalmu dulu sejak lama, semenjak kita masih lugu dalam urusan ini. Kemudian gayung bersambut kita menjadi sahabat, yang saling membutuhkan satu sama lain. Betapa diriku sangat membutuhkanmu bahkan sebelum aku telah berada di bahtera ini. Demi Tuhan sungguh engkaulah yang pertama kali aku inginkan. Demi Tuhan, sesungguhnya aku telah memilihmu dengan tulus, ikhlas dan jujur. Seandainya waktu mendukung kita, seandainya bumi, seandainya langit mendukung kita dan Allah telah menuliskan kita 50.000 tahun sebelum semuanya tercipta, maka sesungguhnya aku memilihmu.
Andalia Irma, apakah kau selanjutnya? Aku tak bisa memaksa kehendak-Nya, hanya berharap akan sebuah rasa yang sudah aku rasakan sejak dulu. Orang bilang The First Love Can not Die. Aku hanya bisa berharap, semoga itu kau.